Tampilkan postingan dengan label wirausaha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wirausaha. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 September 2017

Wirausahawan Muda Pemilik Men's Republic

Never to young to  become a billlionare, ya mungkin kata singkat itu adalah segalanya bagi pengusaha muda nan sukses ini. Namanya Yasa Paramita Singgih lahir di Bekasi 23 April 1995. Terlahir di keluarga yang sederhana, Yasa adalah anak ke tiga dari tiga bersaudara, Prajna, Viriya dan Yasa sendiri. Ayahnya bernama Marga Singgih dan Ibunya bernama Wanty Sumarta. Dengan dilatar belakangi ingin mandiri sejak muda dan membantu perekonomian keluarga, Yasa selalu bekerja keras untuk dapat sukses seperti sekarang. Yasa berhasil menyelesaikan SD Ananda dan SD Surya Dharma serta berhasil menempuh sekolah menengah atas di SMA Regina Pacis di Jakarta. Semangat untuk mebahagiakan orang tua mengantarkan ia pada jalan yang tidak mudah untuk menggapai kesuksesannya.




Sejak usia 15 tahun Yasa sudah mulai mencari uang sendiri dengan bekerja di beberapa event organizer milik temannya. Di usia yang sama ia pernah beberapa kali berjualan online, tetapi hasil yang ia dapat tidak sesuai harapan. Seseorang yang memberikan dirinya titik balik adalah ayahnya Marga Singgih yang menderita penyakit jantung saat Yasa masih duduk di bangku sekolah menengah pertama kelas 3. Guna mencari uang sendiri Yasa pernah menjadi pembawa acara. Ia juga sempat menjadi pembawa acara di sebuah pusat perbelanjaan dan dalam seminggu Yasa mendapat bayaran Rp.350.000 setiap kali tampil sehari.








Dengan bermodal nekat saja Yasa bisa tampil di 3 acara dalam sehari. Untuk seusia Yasa yang saat itu masih 15 tahun dan masih duduk di bangku SMP, Yasa sudah terampil untuk menjadi pembawa acara di acara biasa juga acara dewasa bahkan tidak jarang Yasa menjadi pembawa acara di acara rokok yang diperuntukkan untuk kisaran anak diatas 18 tahun. Tapi semua itu Yasa lalui karena untuk melatih mentalnya.” Awalnya karena terpaksa, menjadi bisa dan terbiasa “ ujar Yasa. Usahanya dimulai selepas dia lulus dari SMA Regina Pacis di Jakarta. Sebuah buku yang berjudul “The Power of Kepepet” adalah salah satu yang membakar semangatnya untuk berbisnis.
Bukan pembisnis namanya jika tidak pernah mengalami kegagalan. Usaha Yasa untuk menjadi pembisnis sukses tidak mulus. Yasa pernah membeli kaos dengan jumlah banyak di Tanah Abang dan menghabiskan sekitar 4 juta untuk kaos yang dibelinya dan dijual kembali. Dia juga menjual kaos hasil desainnya sendiri dan hanya terjual 2 buah saja, salah satu pembelinya-pun ibunya sendiri.  Usaha lain yang pernah Yasa buat adalah ia membuat toko online  yaitu“Men’s Republic”. Kerugian yang pernah Yasa alami bisa dikatakan sangat banyak yaitu sekitar 100 juta, tapi tidak membuat semangatnya luntur untuk tetap melanjutkan usaha bisnisnya.




Men’s Republic adalah bisnis ketiganya yang berbasis online.  Sesuai namanya, toko yang Yasa dirikan di khususkan untuk menjual barang-barang untuk pria. Dia menjual produk buatannya sendiri dan buatan orang lain.

Wirausaha : Gurihnya Sosis Bandeng Ala Imam Tantowi



Hayo, siapa yang pernah makan makanan yang berbahan dasar ikan bandeng? Memang, diluar sana sudah banyak olahan yang berbahan dasar ikan bandeng. Tapi, pria  yang satu ini tidak kehilangan kreatifitas untuk menciptakan inovasi baru yang enak dan tentunya laris manis di masyarakat.  Pria yang bernama Imam Tantowi ini dapat mengolah ikan bandeng menjadi sosis yang gurih dengan mempertahankan kepala dan ekor bandeng itu sendiri.  Anton, begitu dia biasa disapa.

Anton merintis usahanya diakhir tahun 2005 di Bekasi. Usaha sosis ikan bandeng ini ia beri nama Izzan. Saat perusahaan tempat dia bekerja bangkrut, ide untuk memulai bisnisnya muncul dan keyakinan serta tekad yang kuat mengiringinya saat itu. Dimulai dengan modal 1 juta dan  pinjaman uang dari kakaknya, Anton memulai bisnisnya. Dibutuhkan waktu 3 bulan untuk membuat resep makanannya. Dia lalu menambahkan telor di dalam campuran dagingnya (tentunya dengan bumbu rahasia yang tidak bisa Anton bagi-bagi ya, hehehe).







Tapi, dengan berbaik hati Anton membocorkan rahasia pembuatan sosis ikan bandeng miliknya. Yang pertama : ikan bandeng, telor dan bumbudicampur, digiling satu wadah. Ikan bandeng yang dipilih Anton adalah ikan bandeng hitam, agar konsumen percaya bahwa itu terbuat dari daging bandeng asli, Anton sengaja tidak membuang tubuh bandeng itu sendiri, tapi dengan catatan bahwa tidak ada duri di tubuh ikan bandeng saat dipotong nanti.

Setelah matang, olahan trsebut diletakkan kembali di atas kerangka yang tinggal kepala dan  ekor. Sosis bikan bandeng Izzan ini dapat dikonsumsi langsung atau dipanaskan terlebih dahulu. Alasan Anton memilih bandeng hitam karena bandeng hitam adalah ikan bandeng terbaik yang  tidak mengandung lumpur sehingga dagingnya tidak berbabau lumpur. Anton selalu memilih ikan bandeng yang segar, yang biasanya dipatok seharga Rp.15.000 dan Rp.16.000 per kilogram.

Menurut Anton olahan ikan bandeng ini sudah terkenal di tiga daerah yaitu Cirebon, Banten, dan Semarang, namanya saja yang berbeda. “Kalau di Cirebon disebut bandeng gepuk, di Banten di sebut sate bandeng, sedangkan di Semarang disebut otak-otak” ujar Anton. Tetapi Anton yakin sosis ikan bandeng miliknya berbeda dengan yang lain karena resep rahasia yang dipakainya. Menurut Anton usaha makanan miliknya memiliki nilai bisnis yang tinggi, hanya saja namanya belum terlalu populer.
Jika pemasarannya diperluas lagi, Anton yakin bisnis yang dia bangun akan meraup keuntungan yang berlimpah. Anton sudah menebar produknya ke seantero Jakarta, Bogor, Tanggeran, Depok dan Makassar. Semua dipasarkan dengan bantuan delapan agen penjualan.Selain itu Anton menebar produknya ke pasar modern seperti Giant,Hero,Farmes Market Kelapa Gading dan Mall Pondok Indah 1, termasuk di jual di beberapa restoran seperti restoran sunda di Jabodetabek.







Dengan dibantu empat karyawannya, Dalam sebulan Anton mampu membuat 1.400 kardus sosis bandeng. Satu kardus berisi satu bandeng seberat 185 gram (gr). Dia menjual produknya dengan harga mulai Rp.15.000 sampai dengan Rp.17.000 per kardusnya. Untuk semakin mengembangkan usahanya, Anton berniat untuk melebarkan sayap dengan memasuki pasar Bandung. Alasannya, Bandung memiliki potensi pasar yang luas dan ramai. Karena menurut Anton kota Bandung ini kerap jadi sasaran bagi para wisatawan diakhir pekan. 

Senin, 11 September 2017

Hamzah Izzulhaq, Wirausahawan Penggemar Bisnis di Usia Muda

Wirausaha atau yang bisa  kita sebut  dengan entrepreneur adalah seseorang yang mempunyai inovasi yang baru dan unik dan nilai jual yang tinggi. Siapapun bisa ber-wirausaha, mulai dari anak kecil, remaja, maupun orang dewasa. Berikut ini saya akan mengulas sedikit cerita perjalanan seorang entrepreneur muda yang sukses dan dapat membuat anda bercak kagum.
Hamzah Izzulhaq
Hamzah Izzulhaq lahir pada 26 April  1993, ia memang dikenal dengan jiwa entrepreneur-nya sejak kecil. Pengusaha muda ini sudah banyak menarik perhatian media, apalagi dengan sifatnya yang easy going dan cerita perjalanan hidupnya membuat ia mudah dikenali.
Pemuda yang dikenal juga karena gaya bicaranya lugas dan mudah akrab bahkan berani mengambil kegagalan lebih awal. Sejak kecil Hamzah sudah  melakoni banyak usaha seperti berjualan mainan anak-anak contohnya saja kelereng. Bukan hanya itu Hamzah –pun pernah menjual koran, mengamen bahkan pernah menjadi layanan ojek payung saat hujan.
Bisnis menjual akun game online miliknya pun dia kerjakan disaat dia duduk di bangku SMA, waktu itu dia menjualnya dengan harga RP.1,2 juta. Singkat saja, bisnis yang dia tekuni berawal dari seminar bisnis pada tahun 2004. Seminar itu membuka mata Hamzah akan sebuah bisnis bimbel bagaimana seharusnya dikerjakan dan bagaimana prospeknya.
Modal yang ia gunakan untuk mengawali bisnis bimbelnya di dapat dari pinjaman ayahnya sebesar  70 juta. Tentu saja orang tua Hamzah sempat ragu saat Hamzah mengutarakan niatnya.  Tetapi jiwa pembisnis tidak akan pernah menyerah, sama halnya dengan Hamzah. Hamzah-pun tidak menyerah untuk meyakinkan orang tuanya untuk mendukung bisnisnya itu.
Setelah mendapat restu dari orang tuanya untuk menggeluti bisnis yang ia ajukan. Kemudian Hamzah langsung menghubungi pembicara seminar untuk mencari tau kelanjutan dari bisnis itu. Saat itu Hamzah mulai menekuni bidang marketing, keuangan, hingga prospek.
Dia mengambil alih suatu sistem dan semua pengajar serta melunasi utang-utangnya. Bisnis mengambil alih punya tantangan tersendiri, berbeda dengan bisnis yang dimuali dari 0. Hamzah harus memastikan keadaan bisnisnya tetap stabil dan harus menjaga komunikasi dengan para pengajar-pengajarnya, contohnya saja berdiskusi dengan mereka.
Hamzah tidak mau setengah-setengah dalam menjalankan bisnisnya. Dengan modal yang ia pinjam dari ayah ibunya sebesar Rp.70 juta, ia bertekad akan mengembalikan itu semua kepada orang tuanya yang sudah mau mendukungnya.
Hamzah bisa dikatakan mengambil alih perusahaan utuh. Hamzah belajar dengan keras serta membayar dengan biaya yang sangat mahal untuk bisnis bimbel ini. Kemampuan analisa yang ia miliki membuat Hamzah mampu bertahan dengan rasa takut kerugian yang melanda dirinya kala itu.
Kerja keras yang ia tekuni membuat Hamzah sukses dibidang bisnis bimbel ini. Bayangkan saja Hamzah berhasil mengembangkan usaha bimbelnya hingga 44 cabang. Disaat usianya 19 tahun, Hamzah sudah mendapat penghasilan 730 juta pertahunnya.
Tidak puas hanya berbisnis bimbel, Hamzah juga melebarkan sayapnya pada bisnis sofabed di Tanggerag. Hamzah Izzulhaq mempunyai prinsip untuk kita yang ingin berwirausaha, ada 5 prinsip yang ia bagi untuk kita semua antara lain :
1.      Memperbaiki kualitas hubungan dengan lingkungan. Untuk menguatkan hati dan niat kita untuk tidak takut akan kegagalan yang pasti akan dialami oleh wirausahawan adalah mencari teman yang selalu optimis, sehingga jika kita selalu berada di lingkungan yang optimis kita akan  jauh dari rasa takut akan kegagalan dan keugian.
2.      jika ingin memulai bisnis, jangan memulai dari 0. "kalau istilah tangga, ada tangga 1 sampai 5, maka kita bisa memulai dari tangga 4 atau lima. Misalnya, kita bisa meneruskan usaha yang dirintis orang lain." Tutur Hamzah
3.      Jangan pernah menjadi seorang NATO (Not Action Talk Only) .Jika kita mempunyai keyakinan kita harus membuktikan dengan aksi bukan hanya bahan wacana.
4.      Perbaiki hubungan dengan orang tua dan Tuhan.
5.      Ingatlah kepada sesama. The power of giving juga dapat membuat kita sukses.