Tampilkan postingan dengan label wirausahawan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wirausahawan. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 September 2017

Hamzah Izzulhaq, Wirausahawan Penggemar Bisnis di Usia Muda

Wirausaha atau yang bisa  kita sebut  dengan entrepreneur adalah seseorang yang mempunyai inovasi yang baru dan unik dan nilai jual yang tinggi. Siapapun bisa ber-wirausaha, mulai dari anak kecil, remaja, maupun orang dewasa. Berikut ini saya akan mengulas sedikit cerita perjalanan seorang entrepreneur muda yang sukses dan dapat membuat anda bercak kagum.
Hamzah Izzulhaq
Hamzah Izzulhaq lahir pada 26 April  1993, ia memang dikenal dengan jiwa entrepreneur-nya sejak kecil. Pengusaha muda ini sudah banyak menarik perhatian media, apalagi dengan sifatnya yang easy going dan cerita perjalanan hidupnya membuat ia mudah dikenali.
Pemuda yang dikenal juga karena gaya bicaranya lugas dan mudah akrab bahkan berani mengambil kegagalan lebih awal. Sejak kecil Hamzah sudah  melakoni banyak usaha seperti berjualan mainan anak-anak contohnya saja kelereng. Bukan hanya itu Hamzah –pun pernah menjual koran, mengamen bahkan pernah menjadi layanan ojek payung saat hujan.
Bisnis menjual akun game online miliknya pun dia kerjakan disaat dia duduk di bangku SMA, waktu itu dia menjualnya dengan harga RP.1,2 juta. Singkat saja, bisnis yang dia tekuni berawal dari seminar bisnis pada tahun 2004. Seminar itu membuka mata Hamzah akan sebuah bisnis bimbel bagaimana seharusnya dikerjakan dan bagaimana prospeknya.
Modal yang ia gunakan untuk mengawali bisnis bimbelnya di dapat dari pinjaman ayahnya sebesar  70 juta. Tentu saja orang tua Hamzah sempat ragu saat Hamzah mengutarakan niatnya.  Tetapi jiwa pembisnis tidak akan pernah menyerah, sama halnya dengan Hamzah. Hamzah-pun tidak menyerah untuk meyakinkan orang tuanya untuk mendukung bisnisnya itu.
Setelah mendapat restu dari orang tuanya untuk menggeluti bisnis yang ia ajukan. Kemudian Hamzah langsung menghubungi pembicara seminar untuk mencari tau kelanjutan dari bisnis itu. Saat itu Hamzah mulai menekuni bidang marketing, keuangan, hingga prospek.
Dia mengambil alih suatu sistem dan semua pengajar serta melunasi utang-utangnya. Bisnis mengambil alih punya tantangan tersendiri, berbeda dengan bisnis yang dimuali dari 0. Hamzah harus memastikan keadaan bisnisnya tetap stabil dan harus menjaga komunikasi dengan para pengajar-pengajarnya, contohnya saja berdiskusi dengan mereka.
Hamzah tidak mau setengah-setengah dalam menjalankan bisnisnya. Dengan modal yang ia pinjam dari ayah ibunya sebesar Rp.70 juta, ia bertekad akan mengembalikan itu semua kepada orang tuanya yang sudah mau mendukungnya.
Hamzah bisa dikatakan mengambil alih perusahaan utuh. Hamzah belajar dengan keras serta membayar dengan biaya yang sangat mahal untuk bisnis bimbel ini. Kemampuan analisa yang ia miliki membuat Hamzah mampu bertahan dengan rasa takut kerugian yang melanda dirinya kala itu.
Kerja keras yang ia tekuni membuat Hamzah sukses dibidang bisnis bimbel ini. Bayangkan saja Hamzah berhasil mengembangkan usaha bimbelnya hingga 44 cabang. Disaat usianya 19 tahun, Hamzah sudah mendapat penghasilan 730 juta pertahunnya.
Tidak puas hanya berbisnis bimbel, Hamzah juga melebarkan sayapnya pada bisnis sofabed di Tanggerag. Hamzah Izzulhaq mempunyai prinsip untuk kita yang ingin berwirausaha, ada 5 prinsip yang ia bagi untuk kita semua antara lain :
1.      Memperbaiki kualitas hubungan dengan lingkungan. Untuk menguatkan hati dan niat kita untuk tidak takut akan kegagalan yang pasti akan dialami oleh wirausahawan adalah mencari teman yang selalu optimis, sehingga jika kita selalu berada di lingkungan yang optimis kita akan  jauh dari rasa takut akan kegagalan dan keugian.
2.      jika ingin memulai bisnis, jangan memulai dari 0. "kalau istilah tangga, ada tangga 1 sampai 5, maka kita bisa memulai dari tangga 4 atau lima. Misalnya, kita bisa meneruskan usaha yang dirintis orang lain." Tutur Hamzah
3.      Jangan pernah menjadi seorang NATO (Not Action Talk Only) .Jika kita mempunyai keyakinan kita harus membuktikan dengan aksi bukan hanya bahan wacana.
4.      Perbaiki hubungan dengan orang tua dan Tuhan.
5.      Ingatlah kepada sesama. The power of giving juga dapat membuat kita sukses.