Wirausaha
atau yang bisa kita sebut dengan entrepreneur
adalah seseorang yang mempunyai inovasi yang baru dan unik dan nilai jual yang
tinggi. Siapapun bisa ber-wirausaha, mulai dari anak kecil, remaja, maupun
orang dewasa. Berikut ini saya akan mengulas sedikit cerita perjalanan seorang
entrepreneur muda yang sukses dan dapat membuat anda bercak kagum.
Hamzah Izzulhaq
Hamzah
Izzulhaq lahir pada 26 April 1993, ia
memang dikenal dengan jiwa entrepreneur-nya
sejak kecil. Pengusaha muda ini sudah banyak menarik perhatian media, apalagi
dengan sifatnya yang easy going dan
cerita perjalanan hidupnya membuat ia mudah dikenali.
Pemuda yang
dikenal juga karena gaya bicaranya lugas dan mudah akrab bahkan berani
mengambil kegagalan lebih awal. Sejak kecil Hamzah sudah melakoni banyak usaha seperti berjualan
mainan anak-anak contohnya saja kelereng. Bukan hanya itu Hamzah –pun pernah
menjual koran, mengamen bahkan pernah menjadi layanan ojek payung saat hujan.
Bisnis
menjual akun game online miliknya pun dia kerjakan disaat dia duduk di bangku
SMA, waktu itu dia menjualnya dengan harga RP.1,2 juta. Singkat saja, bisnis
yang dia tekuni berawal dari seminar bisnis pada tahun 2004. Seminar itu
membuka mata Hamzah akan sebuah bisnis bimbel bagaimana seharusnya dikerjakan
dan bagaimana prospeknya.
Modal yang
ia gunakan untuk mengawali bisnis bimbelnya di dapat dari pinjaman ayahnya
sebesar 70 juta. Tentu saja orang tua
Hamzah sempat ragu saat Hamzah mengutarakan niatnya. Tetapi jiwa pembisnis tidak akan pernah
menyerah, sama halnya dengan Hamzah. Hamzah-pun tidak menyerah untuk meyakinkan
orang tuanya untuk mendukung bisnisnya itu.
Setelah
mendapat restu dari orang tuanya untuk menggeluti bisnis yang ia ajukan.
Kemudian Hamzah langsung menghubungi pembicara seminar untuk mencari tau
kelanjutan dari bisnis itu. Saat itu Hamzah mulai menekuni bidang marketing,
keuangan, hingga prospek.
Dia
mengambil alih suatu sistem dan semua pengajar serta melunasi utang-utangnya.
Bisnis mengambil alih punya tantangan tersendiri, berbeda dengan bisnis yang
dimuali dari 0. Hamzah harus memastikan keadaan bisnisnya tetap stabil dan
harus menjaga komunikasi dengan para pengajar-pengajarnya, contohnya saja
berdiskusi dengan mereka.
Hamzah tidak
mau setengah-setengah dalam menjalankan bisnisnya. Dengan modal yang ia pinjam
dari ayah ibunya sebesar Rp.70 juta, ia bertekad akan mengembalikan itu semua
kepada orang tuanya yang sudah mau mendukungnya.
Hamzah bisa
dikatakan mengambil alih perusahaan utuh. Hamzah belajar dengan keras serta
membayar dengan biaya yang sangat mahal untuk bisnis bimbel ini. Kemampuan
analisa yang ia miliki membuat Hamzah mampu bertahan dengan rasa takut kerugian
yang melanda dirinya kala itu.
Kerja keras
yang ia tekuni membuat Hamzah sukses dibidang bisnis bimbel ini. Bayangkan saja
Hamzah berhasil mengembangkan usaha bimbelnya hingga 44 cabang. Disaat usianya
19 tahun, Hamzah sudah mendapat penghasilan 730 juta pertahunnya.
Tidak puas
hanya berbisnis bimbel, Hamzah juga melebarkan sayapnya pada bisnis sofabed di
Tanggerag. Hamzah Izzulhaq mempunyai prinsip untuk kita yang ingin
berwirausaha, ada 5 prinsip yang ia bagi untuk kita semua antara lain :
1. Memperbaiki kualitas
hubungan dengan lingkungan. Untuk menguatkan hati dan niat kita untuk tidak
takut akan kegagalan yang pasti akan dialami oleh wirausahawan adalah mencari
teman yang selalu optimis, sehingga jika kita selalu berada di lingkungan yang
optimis kita akan jauh dari rasa takut
akan kegagalan dan keugian.
2. jika ingin
memulai bisnis, jangan memulai dari 0. "kalau istilah tangga, ada tangga 1 sampai 5, maka kita
bisa memulai dari tangga 4 atau lima. Misalnya, kita bisa meneruskan usaha yang
dirintis orang lain." Tutur Hamzah
3. Jangan pernah menjadi
seorang NATO (Not Action Talk Only)
.Jika kita mempunyai keyakinan kita harus membuktikan dengan aksi bukan hanya
bahan wacana.
4. Perbaiki
hubungan dengan orang tua dan Tuhan.
5. Ingatlah
kepada sesama. The power of giving
juga dapat membuat kita sukses.