Tampilkan postingan dengan label wirausaha cocok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wirausaha cocok. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 September 2017

Wirausaha : Gurihnya Sosis Bandeng Ala Imam Tantowi



Hayo, siapa yang pernah makan makanan yang berbahan dasar ikan bandeng? Memang, diluar sana sudah banyak olahan yang berbahan dasar ikan bandeng. Tapi, pria  yang satu ini tidak kehilangan kreatifitas untuk menciptakan inovasi baru yang enak dan tentunya laris manis di masyarakat.  Pria yang bernama Imam Tantowi ini dapat mengolah ikan bandeng menjadi sosis yang gurih dengan mempertahankan kepala dan ekor bandeng itu sendiri.  Anton, begitu dia biasa disapa.

Anton merintis usahanya diakhir tahun 2005 di Bekasi. Usaha sosis ikan bandeng ini ia beri nama Izzan. Saat perusahaan tempat dia bekerja bangkrut, ide untuk memulai bisnisnya muncul dan keyakinan serta tekad yang kuat mengiringinya saat itu. Dimulai dengan modal 1 juta dan  pinjaman uang dari kakaknya, Anton memulai bisnisnya. Dibutuhkan waktu 3 bulan untuk membuat resep makanannya. Dia lalu menambahkan telor di dalam campuran dagingnya (tentunya dengan bumbu rahasia yang tidak bisa Anton bagi-bagi ya, hehehe).







Tapi, dengan berbaik hati Anton membocorkan rahasia pembuatan sosis ikan bandeng miliknya. Yang pertama : ikan bandeng, telor dan bumbudicampur, digiling satu wadah. Ikan bandeng yang dipilih Anton adalah ikan bandeng hitam, agar konsumen percaya bahwa itu terbuat dari daging bandeng asli, Anton sengaja tidak membuang tubuh bandeng itu sendiri, tapi dengan catatan bahwa tidak ada duri di tubuh ikan bandeng saat dipotong nanti.

Setelah matang, olahan trsebut diletakkan kembali di atas kerangka yang tinggal kepala dan  ekor. Sosis bikan bandeng Izzan ini dapat dikonsumsi langsung atau dipanaskan terlebih dahulu. Alasan Anton memilih bandeng hitam karena bandeng hitam adalah ikan bandeng terbaik yang  tidak mengandung lumpur sehingga dagingnya tidak berbabau lumpur. Anton selalu memilih ikan bandeng yang segar, yang biasanya dipatok seharga Rp.15.000 dan Rp.16.000 per kilogram.

Menurut Anton olahan ikan bandeng ini sudah terkenal di tiga daerah yaitu Cirebon, Banten, dan Semarang, namanya saja yang berbeda. “Kalau di Cirebon disebut bandeng gepuk, di Banten di sebut sate bandeng, sedangkan di Semarang disebut otak-otak” ujar Anton. Tetapi Anton yakin sosis ikan bandeng miliknya berbeda dengan yang lain karena resep rahasia yang dipakainya. Menurut Anton usaha makanan miliknya memiliki nilai bisnis yang tinggi, hanya saja namanya belum terlalu populer.
Jika pemasarannya diperluas lagi, Anton yakin bisnis yang dia bangun akan meraup keuntungan yang berlimpah. Anton sudah menebar produknya ke seantero Jakarta, Bogor, Tanggeran, Depok dan Makassar. Semua dipasarkan dengan bantuan delapan agen penjualan.Selain itu Anton menebar produknya ke pasar modern seperti Giant,Hero,Farmes Market Kelapa Gading dan Mall Pondok Indah 1, termasuk di jual di beberapa restoran seperti restoran sunda di Jabodetabek.







Dengan dibantu empat karyawannya, Dalam sebulan Anton mampu membuat 1.400 kardus sosis bandeng. Satu kardus berisi satu bandeng seberat 185 gram (gr). Dia menjual produknya dengan harga mulai Rp.15.000 sampai dengan Rp.17.000 per kardusnya. Untuk semakin mengembangkan usahanya, Anton berniat untuk melebarkan sayap dengan memasuki pasar Bandung. Alasannya, Bandung memiliki potensi pasar yang luas dan ramai. Karena menurut Anton kota Bandung ini kerap jadi sasaran bagi para wisatawan diakhir pekan.